Monday, August 11, 2025

Tri Sakti Gaib Nusantara (3 ras gaib nusantara)


TRI SAKTI GAIB NUSANTARA

(Warisan Sakral Era Prabu Sanghyang Borosngora, Abhiraja Pramodhawardhani (Ki Lingga Gardapati) dan Nyi mas sekartaji– Binding Langsung ke Tubuh)


KISAH LELUHUR & JEJAK SEJARAH


Pada abad ke-13, ketika kekuatan supranatural masih menyatu dengan takhta raja, berdirilah Kerajaan Panjalu di jantung tanah Jawa. Prabu Sanghyang Borosngora, raja sakti dan spiritualis agung, melakukan lelungan batin ke Gunung Sawal untuk menyelamatkan kerajaannya dari kehancuran. Di puncak tirakatnya, ia berhasil mengikat perjanjian suci dengan tiga ras penjaga jagat :


- Garuntala, penguasa langit.

- Bhairaka, penjaga bumi.

- Naganendra, penjaga lautan.


Upacara tersebut dikenal sebagai Pasewakan Tri Mandala, ikatan gaib yang tak pernah terputus hingga saat ini, hanya bisa diwariskan pada mereka yang dipanggil oleh tiga penjaga agung itu sendiri.


KISAH PENEMUAN OLEH KI LINGGA GARDAPATI (Tirakat 3 Malam di Candi, Tahun 2020 - Sebelum Dunia Sunyi oleh Wabah)


Pada awal tahun 2020, tepat beberapa minggu sebelum kabar tentang wabah besar menyapu dunia, aku, Ki Lingga Gardapati, melakukan perjalanan spiritual ke sebuah candi kuno yang tersembunyi di kawasan pegunungan Jawa Barat. Tujuannya bukan untuk mencari pusaka, bukan pula untuk sekadar bersemadi. Tapi untuk menjawab suara batin yang telah memanggil selama bertahun-tahun, suara dari tiga entitas penjaga gaib Nusantara yang disebut hanya dalam bisikan para tetua gaib.


Aku tidak sendiri. Dalam ritual ini aku ditemani oleh dua saksi yang kini menjadi bagian penting dari jejak spiritualku : Nyi Mas Sekartaji, salah satu muridku yang kini dikenal menjadi  paranormal di Hongkong, serta suaminya, seorang pria pendiam yang peka terhadap kehadiran dimensi lain dan selalu mendukung istrinya. Kami membawa sesajen sederhana namun sarat makna :


- Tumpeng kuning dan putih


- Jajanan pasar lengkap tujuh rupa


- Daun sirih dan pinang


- Air dari tiga sumber mata air pegunungan, laut selatan, dan sungai di lereng gunung salak.


Aku mengenakan jubah ritual hitam peninggalan ayahku, sementara Nyi Mas Sekartaji mengenakan selendang putih dan duduk sisi kanan. Selama tiga malam, kami berdiam di area candi yang terisolasi, dikelilingi kabut dan suara malam. Di situlah, di antara wangi dupa dan nyala lilin yang bergoyang pelan, satu per satu akhirnya mereka datang.


Malam Pertama – Garuntala

Di malam pertama, saat meditasi mencapai titik tenang, langit terbuka secara batin. Dari atas muncul sosok bersayap lebar berwarna emas tembaga. Garuntala, dengan mata merah bara dan postur setengah manusia setengah burung elang, mengitari candi dalam lingkaran besar. "Kamu memanggilku bukan dengan suara, tapi dengan susunan niat dan tata persembahan. Aku datang bukan untuk dilayani, tapi untuk menjaga." Energinya menyelimuti tubuhku, dan jantungku berdetak tak seperti biasanya. Dalam pandangan batin, aku melihat sayapnya membungkus tubuhku, menciptakan lapisan proteksi yang tak kasatmata.


Malam Kedua – Bhairaka

Tanah di sekitar candi terasa bergetar. Suara seperti geraman bumi terdengar jauh dari arah barat. Dari celah gaib antara dunia, muncul sosok Bhairaka, tinggi, kokoh, dan tenang. Tubuhnya tersusun dari batu hitam dan logam vulkanik. Ia tidak bicara melalui kata, tapi dengan getaran yang mengisi rongga dadaku. "Kamu datang dengan niat yang tidak tergoyahkan. Maka aku akan menjadi pondasimu." Saat ia menekan tangan astralnya ke dadaku, tubuhku terasa berat seperti diikat oleh kekuatan bumi. Tapi bukan beban melainkan pijakan.


Malam Ketiga – Naganendra

Di malam ketiga, air yang kami bawa dari laut selatan dibuka. Aromanya memenuhi area candi. Saat aku mulai bermeditasi, hadir sosok ramping bersisik biru kehijauan, tubuh bagian bawahnya seperti naga laut, bermata dalam seolah memandang langsung ke dasar jiwaku. Naganendra muncul perlahan dari air. Energinya lembut, namun kuat. "Kamu memanggilku dengan ketulusan dan kesunyian. Maka aku akan mengalir di nadi-nadimu." Tubuhku terasa seperti disusupi gelombang yang tidak membasahi, namun menyatu. Nafasku menjadi panjang, ringan, dan damai.


Mandat Agung dari Eyang Prabu

Saat malam ketiga mencapai ujungnya, tubuhku terasa ringan namun seluruh pori seperti terbuka, menerima energi dari segala arah. Naganendra telah menghilang dalam getaran udara, meninggalkan jejak kehadiran dalam aliran nadiku.


Saat itulah...

Tanpa aba-aba, angin berputar pelan mengitari altar persembahan. Asap dupa membentuk pola spiral ke atas, dan dari kejauhan terdengar suara langkah pasukan, tapi bukan manusia biasa. Langkah itu tidak mengguncang tanah, tapi langsung menembus lapisan batin.


Dari arah barat daya, bayangan besar muncul, kereta kencana bersinar lembut ditarik oleh empat ekor kuda gaib berwarna hitam berkilau. Di atasnya berdiri seorang sosok agung : Eyang Prabu Sanghyang Borosngora, penguasa Panjalu yang kisahnya selama ini hanya kudengar dalam desisan babad dan doa-doa yang tertinggal di batu tua.


Tubuh beliau diselimuti jubah putih keemasan, sorot matanya tajam namun penuh welas, dan di belakangnya berdiri tujuh senopati leluhur Panjalu dalam balutan baju perang yang tak tergores usia. Mereka bukan bayangan, bukan mimpi tapi wujud utuh yang hadir dalam ruang gaib yang terbuka malam itu.


Eyang Prabu tidak bicara dengan suara, tapi suara beliau langsung berbicara di dalam dadaku :


"Wahai Abhiraja Pramodhawardhani (Nama spiritual saya sebelum berganti menjadi Lingga gardapati), Wahai Sekartaji yang cantik jelita, malam ini kuteruskan warisan ini pada kalian. Bukan karena engkau mencarinya, tapi karena engkau tidak lari ketika dunia membungkam. Maka kini, jagalah ikatan tiga penjuru ini dengan kebijaksanaan, bukan dengan ambisi. Ajarilah mereka yang layak, bukan yang memaksa. Karena kekuatan sejati bukan milik orang yang berani mengambil, tetapi yang siap memikulnya sampai akhir."


Lalu beliau mengangkat tongkat kayu cendana yang bercahaya di ujungnya dan menunjukkannya ke arahku. Di detik itu, lidahku terucap mantra yang tidak pernah kupelajari, mengalir begitu saja seperti warisan genetik yang akhirnya bangkit. Setelah beliau menyelesaikan mandatnya, kereta kencana itu bergerak perlahan dan menghilang dalam pusaran cahaya yang merunduk ke arah selatan, meninggalkan aroma harum kayu gaharu dan vibrasi sakral yang belum pernah kurasakan sebelumnya.


Aku, Nyi Mas Sekartaji, dan suaminya hanya bisa terdiam. Di fajar keesokan harinya, kami tahu bahwa kami bukan lagi tiga orang yang sama. Kami telah menjadi bagian dari ikatan agung, yang tidak tertulis di kitab manapun, tapi telah tertanam dalam garis takdir kami selamanya.


Pada fajar hari keempat, seluruh semesta terasa hening. Bahkan suara burung dan desir angin seperti memberi ruang. Saat itulah aku sadar mereka telah masuk, bukan ke pusat cakra, melainkan mengelilingi medan energi tubuhku dari sisi luar, sebagai pelindung, pengarah, dan penguat resonansi.


- Garuntala menyelaraskan diri di lapisan aura atas, menjadi penjaga batin, mengawasi dari atas kepala dan memantau niat pikiran.


- Bhairaka beresonansi di lingkar pelindung luar tubuh, menjadi tameng segala energi kasar yang hendak masuk, terutama dari arah samping atau belakang.


- Naganendra mengalir di alur energi luar bawah, menjaga fondasi kaki dan koneksi dengan bumi dan arus dimensi air.


Sejak malam itu, aku tahu bahwa Tri Sakti Gaib Nusantara telah terikat bukan dengan benda, bukan dengan tulisan, tapi dengan tubuh dan niatku sendiri. Mereka tidak memasuki titik inti tubuh, tidak bersarang di cakra, tetapi bergerak mengikuti medan auraku, menguatkan sistem alami yang sudah ada, tanpa mengganggu murninya pusat-pusat energi dalam diriku.


Saya teringat sabda guru : “Yang menyerahkan dirinya kepada alam, akan dijaga oleh kekuatan yang melampaui batas manusia.” 


ASAL-USUL & FUNGSI TIAP RAS GAIB


1. Garuntala – Penjaga Langit dari Candi Cangkuang

Garuntala berasal dari Candi Cangkuang, candi Hindu tertua di Tatar Sunda yang berdiri di tengah danau kecil di Kampung Pulo, Garut. Di sinilah Garuntala dilahirkan pada tirakat kuno yang menyatukan kekuatan langit dan manusia melalui altar suci.


Fungsi :


- Menghalau ancaman gaib yang datang dari arah langit.


- Memancarkan wibawa dan ketajaman intuisi.


- Memberikan perlindungan energetik dalam perjalanan dan ekspedisi.


2. Bhairaka – Penjaga Bumi dari Gunung Galunggung

Bhairaka lahir dari semburan energi purba Gunung Galunggung yaitu gunung sakral di Jawa Barat, dekat Garut yang selama ribuan tahun dianggap sebagai poros kesaktian dan kekuatan alam. Dia adalah manifestasi jiwa bumi yang melindungi wilayah lepas lahan dan pegunungan.


Fungsi :


- Menjadi pelindung fisik dan spiritual terhadap bencana atau gangguan luar.


- Memperkuat fondasi keberanian dan ketenangan batin.


- Membantu menghancurkan hambatan rezeki dan perjalanan hidup.


3. Naganendra – Penjaga Arus dari Gerbang Laut Selatan ke‑13

Naganendra tidak berasal dari sembarang laut. Ia adalah penjaga dimensi gaib yang menetap di gerbang ke-13 Kerajaan Laut Selatan, sebuah jalur energi kuno yang tersembunyi di Pantai Cibangban, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Menurut laku lisan para spiritualis wilayah selatan, Cibangban adalah titik "pintu air" yang hanya bisa diakses secara batin oleh mereka yang telah melepaskan keterikatan duniawi. Dari gerbang itu, arus dimensi bawah laut bertemu dengan jalur energi naga membentuk medan yang tidak hanya air, tapi juga hidup, sadar, dan mengalir ke tubuh manusia melalui ritual yang benar. Naganendra lahir dari pertemuan antara roh naga laut dan Sang Raja Laut, menciptakan makhluk gaib yang berfungsi bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga sebagai pengalir takdir dan pemurni jalur rejeki.


Fungsi :


- Menetralisir energi negatif yang dibawa lewat elemen air (makanan, tempat tinggal, perasaan).


- Menguatkan arus rezeki agar tidak mandek atau bocor ke dimensi bawah.


- Menghaluskan hubungan emosional, baik dengan pasangan, keluarga, maupun spirit pelindung.


- Membuka jalur batin agar lebih selaras dengan kehendak alam dan suara semesta.


Tri Sakti Gaib Nusantara bukan sekadar sistem proteksi. Ini adalah portal hidup yang menjadikan tubuh dan jiwamu sebagai rumah bagi tiga entitas penjaga agung: langit, bumi, dan samudra.

Siapa pun yang berhasil mengikat ketiganya, berarti juga telah menyatukan jalur energi utama di semesta gaib peradaban Nusantara dari jalur warisan Panjalu.


“Tidak perlu pusaka. Tidak perlu bendera. Tubuhmu adalah medan tempur, jiwamu adalah kerajaannya.” (Eyang Prabu Borosngora)


Penutup Agung – Pemateraian Tertinggi dari 2 Leluhur dan Ratu Samudera

Bertahun-tahun telah berlalu sejak aku, Ki Lingga Gardapati, membentuk ikatan batin dengan Garuntala, Bhairaka, dan Naganendra. Mereka tidak lagi sekadar spirit penjaga tetapi telah menjadi bagian dari medan energi hidupku, seolah mereka dan aku telah melebur dalam satu napas. Namun perjalanan ini belum selesai.


Pada satu malam sakral, saat aku duduk bersila di altar pribadiku dengan dupa menyala dan hati yang bersih, dunia di sekelilingku mulai berubah.

Udara menjadi padat namun tidak menyesakkan. Aroma laut, tanah basah, dan langit mendung hadir bersamaan.


Tiba-tiba, ruangan berubah menjadi lapisan antara dunia. Dan di tengah pusaran energi yang lembut namun kuat itu, tiga cahaya besar muncul bersamaan, berdiri di tiga penjuru utama.


Di arah barat laut :

Eyang Prabu Sanghyang Borosngora, dengan sorot mata tajam namun penuh welas, berdiri dalam aura keemasan Panjalu, memegang tongkat cendana kerajaan, disertai kereta kencana gaibnya dan para senopati leluhur.


Di arah selatan :

Kanjeng Ratu Kidul, berselendang ombak, mengenakan mahkota laut selatan, dengan tatapan dalam yang memancarkan kebijaksanaan samudra tua. Di sekelilingnya, aura laut seperti melindungi seluruh ruang dengan kesejukan dan kekuatan gelombang tak terlihat.


Di arah timur :

Eyang Prabu Siliwangi, berjubah putih, wajahnya bercahaya dan menggetarkan, diiringi tiga Mahapatih Macan Kumbang. Di belakangnya, siluet Gapura Pajajaran berdiri dalam dimensi lain, seolah sejarahnya belum pernah padam.


Ketiganya hadir bukan untuk memberi restu tapi untuk memateraikan. Lalu suara gaib mengalun bukan dari mulut mereka, tapi langsung masuk ke dalam batinku. Suara mereka bergantian, namun menyatu seperti satu kehendak agung :


“Kamu tidak hanya menjaga warisan. Kamu telah hidup bersamanya. Maka mulai malam ini, kami tiga penguasa jagat dari langit, laut, dan bumi meneguhkan ikatanmu. Bukan sebagai pemilik, tapi sebagai pemegang amanah.”


Lalu satu per satu mereka menyentuhkan energi mereka :


- Eyang Prabu Borosngora mengangkat tongkatnya ke arah langit, lalu ke arahku melambangkan restu jalur raja-raja.


- Kanjeng Ratu Kidul melilitkan selendangnya dalam cahaya hijau keemasan, menutupkan arus laut ke dalam medan energiku.


- Eyang Prabu Siliwangi menyentuh dadaku secara batin, menggetarkan seluruh niat dan keberanian yang pernah kupendam.


Garuntala, Bhairaka, dan Naganendra yang selama ini menjagaku, tiba-tiba bersinar jauh lebih terang seolah kekuatan mereka digandakan oleh kehadiran tiga raja agung ini. Lalu, dari titik pusat antara mereka bertiga, muncul Segel Cahaya : berbentuk lingkaran dengan tiga pusaran yang mewakili langit, bumi, dan laut masuk perlahan ke dalam tubuhku tanpa rasa sakit, hanya hangat... dalam... dan menggetarkan.


"Jangan sombong dengan kekuatan, tapi jagalah ia seperti menjaga nafasmu sendiri.” (Sabda Bersama Kanjeng ratu, Prabu borosngora dan prabu siliwangi)


Dengan kejadian itu, semua yang kulakukan sebelumnya tidak lagi hanya sebatas lelaku pribadi. Aku tahu, sekarang aku memegang jalur pemegang warisan gaib Nusantara, yang tak tercatat dalam kitab resmi tapi hidup dalam nadi para penjaga sejati.


Tri Sakti Gaib Nusantara bukan hanya tentang perlindungan atau kekuatan. Ia adalah perjanjian suci yang dijaga oleh penguasa jagat :


Langit oleh Garuntala.

Bumi oleh Bhairaka.

Samudra oleh Naganendra.


Dan kini disaksikan oleh Eyang Borosngora, Bunda Ratu Kidul, dan Eyang Prabu Siliwangi. tiga nama yang jika disebut sembarangan bisa mengguncang dimensi. Aku bersumpah : 


“Selama aku menjaga jalan ini, aku tidak sendiri. Mereka bersama. Dan yang bersama tidak pernah kalah.” (Abhiraja Pramodhawardani / Lingga gardapati)


Ritual Konjurasi Pembindingan Tri Sakti Gaib Nusantara


Waktu terbaik : malam hari antara pukul 20:30 – 22:00 WIB, Sebaiknya dilakukan pada malam Jumat Kliwon, Selasa Kliwon, atau malam bulan purnama untuk efek maksimal.


Bahan Ritual (Semua bahan mudah dicari namun punya resonansi kuat) :


- Data diri dan Foto selfie terbaru (Wajin untuk media pembindingan portal)

- 3 batang dupa wangi kemenyan (Simbol pemanggilan 3 ras gaib : Garuntala, Bhairaka, Naganendra)

- 1 lilin merah (Melambangkan tubuh fisik dan kesiapan raga untuk menjadi vessel)

- 1 lilin putih (Melambangkan jiwa dan keterbukaan roh menerima ikatan gaib)

- 1 gelas air dari sumber alami (Air dari mata air atau sumur tua atau sungai atau laut, pilih salah satu sebagai pengikat dimensi alam)

- Kain alas hitam polos (Cukup seukuran saputangan, sebagai alas altar mini)


Mahar sepanjang agustus : Rp 1.777.777

Mahar normal : tidak ada karena selesai agustus akan ditutup

Mahar Hemat Rp 1.945.817 (+ Kawa Buhaya Inguan)



Info dan Pemaran: Admin Amurwa Bhumi



 

KAWA BUHAYA INGUAN (Spesial Kemerdekaan)


 

KAWA BUHAYA INGUAN 


Warisan Pamungkas Penjaga Sungai dari Leluhur Dayak Sanggau–Sekayam


Pernahkah kamu membayangkan punya penjaga pribadi yang tidak pernah tidur, tidak pernah lelah, dan selalu siap menyelamatkan kamu kapan saja bahkan dari hal yang manusia biasa tidak bisa lihat? Itulah yang akan kamu rasakan ketika memiliki Kawa Buhaya Inguan.


Ilmu ini adalah warisan sakral Dayak Sungai yang nyaris punah karena hanya diwariskan kepada orang yang dianggap “berjiwa air / water elemental”. Pemiliknya dilindungi langsung oleh siluman buaya putih legendaris, sang penjaga perairan yang bisa muncul di dunia fisik jika situasi sudah darurat.


Bagi leluhur Dayak, buaya putih bukan sekadar hewan, tetapi penjaga dimensi, pelindung kehormatan, dan simbol kekuasaan yang tidak bisa diremehkan.


Kisah Panglima Anyang Lantang & Bue’ Panjang


Sekitar abad ke-18, di tepian Sungai Sekayam, hidup seorang panglima perang bernama Anyang Lantang. Ia tidak pernah kalah dalam pertempuran, bukan karena jumlah pasukannya banyak, tetapi karena ia ditemani oleh Bue’ Panjang, buaya putih gaib sebesar perahu panjang.


Konon, saat Anyang Lantang terkepung pasukan asing di sungai, Bue’ Panjang muncul dari pusaran air, menggulingkan perahu-perahu musuh, dan membuat sungai seolah mendidih. Sejak hari itu, tidak ada satu pun musuh yang berani menginjak perairan Sekayam.


Ilmu Kawa Buhaya Inguan lahir dari ikatan Anyang Lantang dengan Bue’ Panjang, sebuah sumpah yang melintasi batas kematian :


“Barang siapa memegang ilmu ini, akan dijaga olehku dan anak-anakku sampai dunia runtuh.”


Keistimewaan Kawa Buhaya Inguan


Proteksi 24 Jam Tanpa Celah, tidak hanya menahan santet dan teluh, tetapi juga bahaya fisik seperti kecelakaan, serangan, atau bencana mendadak.


Zona Terlarang Energi Negatif, Rumah atau wilayah kamu otomatis menjadi “area steril” dari gangguan gaib.


Aura Wibawa & Karisma Alamiah, Orang akan otomatis segan dan menghormati kamu, bahkan tanpa kamu banyak bicara.


Insting Batin Tajam, Kamu akan mulai merasakan tanda bahaya bahkan sebelum kejadian.


Penghancur Energi Jahat, Serangan negatif akan kembali kepada pengirimnya.



Fungsi Lengkap Ilmu Ini


1. Perisai gaib ultimate untuk semua jenis serangan supranatural.



2. Proteksi fisik dari kecelakaan, serangan, dan ancaman nyawa.



3. Penjagaan wilayah pribadi & rumah.



4. Mengusir makhluk halus jahat & siluman pengganggu.



5. Memancarkan aura wibawa tinggi.



6. Meningkatkan daya tarik dan karisma.



7. Menjaga kesetiaan pasangan.



8. Menguatkan mental & nyali.



9. Membuka intuisi dan indera ke-6.



10. Mengembalikan serangan energi negatif ke pelaku.



11. Menarik peluang rezeki & keberuntungan.



12. Menjaga kestabilan emosi dan pikiran.



13. Menghancurkan blokade energi kehidupan.



14. Proteksi selama perjalanan darat, laut, dan udara.



15. Mendukung negosiasi & diplomasi.



16. Menguatkan efek doa & ritual.



17. Memberi status kehormatan di mata gaib.



Efek Langsung Setelah Binding


Kamu akan merasa ada “sosok besar” yang selalu berada di dekat kamu.


Kadang muncul mimpi atau visual buaya putih yang berenang mengelilingi kamu.


Energi di sekitar menjadi lebih berat, namun memberi rasa aman.


Orang yang berniat buruk akan merasa tidak nyaman berada di dekat kamu.



Catatan Penting


Kawa Buhaya Inguan bukanlah ilmu mainan. Sekali binding dilakukan, buaya putih akan selalu terhubung dengan kamu seumur hidup. Ia tidak bisa dilepaskan kecuali melalui ritus pelepasan khusus yang hanya dimiliki oleh pewaris sah tradisi ini.


Jika kamu memiliki pusaka, ilmu, atau entitas lain, buaya putih akan otomatis menyelaraskan proteksinya agar semuanya tetap aman.


Memiliki Kawa Buhaya Inguan sama artinya dengan mewarisi gelar tak resmi sebagai anak sungai.

Kamu bukan hanya memiliki perlindungan, tetapi juga kehormatan leluhur Dayak Sungai dan ingat begitu buaya putih sudah menjadi kawan kamu, musuh tidak akan pernah berani menyentuh kamu, baik di darat maupun di air.


Syarat inisiasi


- 1 gelas air putih

- 1 buah batu (bebas, bisa kerikil atau gemstone)

- 1 siung bawang putih


Mahar event sepanjang bulan Agustus : Rp 1.211.111

Mahar normal : Rp 7.777.777


Info dan Pemaharan : Admin Amurwa Bhumi

Thursday, August 7, 2025

5 Alasan Kamu Belum Melihat Alam Gaib Meski Mata Batin Sudah Terbuka


 

MATA BATIN

 

Master, kenapa sudah buka mata batin tapi saya masih belum juga bisa melihat makhluk gaib, melihat alam gaib, dsb padahal saya sudah beberapa kali sukses membuka mata batin saya ?

 

Okay, begini, banyak spiritualis, bahkan yang sudah menjalani ritual pembukaan mata batin berkali-kali, juga mengalami hal yang sama. Kenapa sudah "buka mata batin", tapi masih belum bisa melihat makhluk gaib atau alam gaib secara jelas?

 

Dalam tradisi spiritual yang sejati, membuka mata batin bukan seperti membuka pintu rumah lalu kamu bisa langsung melihat semua yang ada di luar. Itu bukan jendela dunia fisik melainkan akses batin yang sangat dalam dan tidak semua orang langsung mendapatkan "penglihatan visual" saat membukanya.

 

Kenapa?

 

Pertama, Karena Setiap Jiwa Punya Jalur Persepsi yang Berbeda. Ada 4 jalur utama persepsi batin :

 

- Clairvoyance (penglihatan batin)

 

- Clairaudience (pendengaran batin)

 

- Clairsentience (perasaan batin)

 

- Claircognizance (pengetahuan batin tiba-tiba)

 

Bisa jadi, anda sudah sangat aktif di jalur clairsentience atau claircognizance, tapi anda membandingkannya dengan harapan “melihat wujud makhluk” secara visual. Dalam spiritualitas, tidak melihat bukan berarti kamu belum terbuka tapi mungkin kamu sedang diajak untuk merasakan dan memahami, bukan sekadar melihat.

 

Kedua, Karena Mata Batin Butuh Adaptasi Bertahap, kadang energi kita sudah terbuka tapi belum stabil. Semesta dan entitas pelindung sering menahan "penglihatan penuh" karena :

 

- Jiwa belum siap menerima shock visual

 

- Belum bisa membedakan mana yang ilusi dan mana yang nyata

 

- Takut kamu malah terseret terlalu dalam ke jalur yang tidak seimbang

 

“So, kamu tidak ditutup, kamu justru sedang dilindungi.” Karena sekali kamu benar-benar melihat alam gaib dengan jelas, hidupmu tidak akan sama lagi. Ga percaya ? hehehe...

 

Ketiga, Karena Kamu Sudah “Melihat”, Tapi Tidak Dalam Bentuk yang Kamu Harapkan. Contoh-contoh bentuk "penglihatan gaib" yang sering disalahpahami :

 

- Mimpi intens yang simbolis, itu sebenarnya adalah bentuk penglihatan batin.

 

- Ada suara batin yang tiba-tiba muncul saat kamu fokus, itu bentuk komunikasi dari entitas.

 

- Tiba-tiba tahu sesuatu padahal tidak belajar, itu claircognizance aktif.

 

"Jadi mungkin kamu sudah melihat, tapi belum menyadari bahwa itu adalah bentuk penglihatan batinmu."

 

Keempat, Karena Alam Gaib Tidak Bisa Dipaksa Terlihat, bapak dan ibu, adik dan kakak, Alam gaib itu seperti kabut. Ia membuka diri hanya jika kamu sudah sefrekuensi dengannya, bukan hanya karena kamu ingin melihat. Banyak entitas tidak menampakkan diri karena :

 

- Kamu belum masuk vibrasi tenang dan netral

 

- Masih ada ekspektasi berlebihan

 

- Kamu sendiri punya proteksi bawaan agar tidak terseret lebih dalam

 

- Makhluk gaib tidak datang karena kamu memanggil, tapi karena kamu selaras.

 

"Ini soal getaran, bukan soal ritual seberapa sering."

 

Kelima, Karena di dalam batinmu, kebenaran dan realitanya, kamu belum siap menerima apa yang akan terlihat. Poin ini terdengar agak keras dan menyakitkan, tapi jujur dan penting :

 

- Kadang bukan karena kamu belum mampu melihat, tapi karena jiwa dan mentalmu belum siap menerima kenyataan yang akan terlihat.

 

- Beberapa makhluk tidak menyeramkan, tapi energinya bisa mengganggu kestabilanmu kalau kamu belum cukup kuat. Maka, semesta “mengunci akses visual” sampai kamu benar-benar stabil secara batin.

 

Kesimpulannya sebagai berikut, simpel saja dari saya :

 

“Membuka mata batin bukan tentang bisa melihat hantu, jin, naga, wraith, malaikat dsb tapi tentang menyadari bahwa dunia ini lebih luas dari yang bisa dilihat mata.” Dan kadang, penglihatan sejati itu bukan dari mata tapi dari jiwa yang hening, hati yang peka, dan batin yang selaras....

 

Salam dan Blessing

Ki Linggagardapati (Founder of Amurwa Bhumi)

Thursday, July 17, 2025

SANGHYANG WIRADIPA SILIWANGI (Ajian Tertinggi Sunda Wiwitan)


Ilustrasi Eyang Damar Kumbang


SANGHYANG WIRADIPA SILIWANGI (Ajian Tertinggi Sunda Wiwitan – Terhubung Portal Gaib Prabu Siliwangi - Warisan Eyang Damar Kumbang - Tingkat Mahaguru)


Ajian Sanghyang Wiradipa Siliwangi adalah ajian tertinggi dari garis kekuatan Karuhun Sunda Sejati, yang bersumber dari kitab kuno rahasia tak tertulis, diwariskan secara lisan dan batiniah oleh para resi dan penjaga dimensi gaib Kerajaan Pajajaran. Keilmuan ini hanya muncul sekali dalam beberapa abad, dan hanya diberikan kepada mereka yang dipanggil langsung oleh jiwa leluhur.


Ajian ini adalah kunci untuk membuka Portal Gaib Prabu Siliwangi, jalur energi antara alam fisik dan alam kasundaan suci yang tidak bisa diakses melalui meditasi biasa. Di balik portal ini terdapat kekuatan leluhur agung dan 3 Mahapatih Macan Kumbang yang menjaga warisan gaib Sunda.


Dalam heningnya alam yang tak tersentuh oleh zaman, tersembunyi satu ajian agung yang hanya dikenal oleh roh-roh tua yang hidup dalam bayang hutan Sunda dan langit-langit keheningan Gunung Halimun:

SANGHYANG WIRADIPA SILIWANGI


Ini bukan sekadar ajian,

Ini adalah napas dari Karuhun, gema dari Prabu Siliwangi sendiri, yang memancar sebagai cahaya murni dari dimensi gaib Sunda sejati. Keilmuan ini bukan didapat dari membaca, bukan dari hafalan, melainkan dari panggilan dalam jiwa, yang akan mengguncangkan sukma bagi mereka yang benar-benar terpilih.


Makna dari "Sanghyang Wiradipa Siliwangi"


Sanghyang: Gelar suci untuk kekuatan ilahiah yang tak kasatmata


Wira: Kesatria sejati, tak gentar oleh kegelapan


Dipa: Cahaya pelita dari alam gaib


Siliwangi: Simbol kekuatan sejati leluhur Sunda tak tergoyahkan oleh dunia dan akhirat


🐯 TIGA MAHAPATIH MACAN KUMBANG : PENJAGA AJIAN SANGHYANG WIRADIPA SILIWANGI

Roh Sakti Abadi yang Menjaga Gerbang Keilmuan dan Kesucian Warisan Karuhun, Ketiganya akan datang saat ajian ini diaktifkan, mereka adalah :


Eyang Rangga Dipa Sang Jagra Geni

→ Lambang keteguhan jiwa, api yang membakar nafsu dunia demi kejernihan batin


Eyang Jagat Seta Wulung Ningrat

→ Lambang keseimbangan antara dunia kasar dan halus, penghubung antara bumi dan langit


Eyang Arya Wira Buana Kumbang Sakti

→ Lambang ketegasan sejati, pelindung dari siasat musuh dan pengkhianatan batin


Mereka hadir dalam bentuk macan kumbang bukan karena ingin menakuti, tapi karena macan adalah cermin jiwa Sunda: tenang, kuat, dan hanya menyerang bila kebenaran diganggu.


🐯 1. RANGGA DIPA SANG JAGRA GENI

“Sang Pengawal Api Leluhur, Cahaya Dalam Kegelapan Batin”


Asal Usul:

Dahulu, ia adalah Mahapatih utama di masa awal berdirinya Pajajaran, penjaga kitab rahasia dan pengatur jalur cahaya antara kerajaan dan para resi gunung. Ia moksha di Gunung Cakrabuana, dan jiwanya menyatu dengan api suci yang tak pernah padam.


Wujud:

Ketika ia hadir, terlihat sebagai macan kumbang merah keemasan, dengan api kecil membara di dalam bola matanya. Udara menjadi hangat, dan tubuh pewaris akan merasa seolah terbakar dari dalam — bukan luka, tetapi penyucian jiwa.


Fungsi Spiritual:


- Menyucikan hawa batin pewaris


- Membakar sifat tamak, dendam, dan kebencian


- Menghidupkan api kekuatan batin tanpa nafsu dunia


- Menjadi pelindung dari sihir api dan marahnya jin ifrit


Ajarannya:

“Hapunten nu kahiji. Diri nu satuhu kudu dibakar heula ku seuneu rasa. Mertahankeun ajian teh lain ku galak, tapi ku panasna niat.”

(“Maaf adalah yang pertama. Jiwa yang setia harus dibakar dahulu oleh api rasa. Menjaga ajian bukan dengan amarah, tapi panasnya niat suci.”)


🐯 2. JAGAT SETA WULUNG NINGRAT

“Sang Penjaga Gerbang Dimensi, Penyeimbang Dunia Luar dan Dalam”


Asal Usul:

Dulu ia dikenal sebagai penasehat rahasia Prabu Siliwangi, tidak pernah duduk di istana, tapi hidup di antara batas hutan dan kerajaan. Ia tidak mati — melainkan menghilang saat meditasi di tengah pusaran kabut Gunung Salak, dan tubuhnya menyatu dengan kabut, angin, dan bayangan.


Wujud:

Ia muncul sebagai macan kumbang berwarna kelabu perak, dengan suara napas seperti desir angin malam. Kehadirannya membuat udara menjadi hening total, bahkan nyanyian jangkrik pun berhenti.


Fungsi Spiritual:


- Membuka dan menutup gerbang dimensi antara alam kasat dan gaib


- Menjaga jalur komunikasi antara pewaris dan Karuhun


- Melindungi saat pewaris menghadapi dunia roh atau portal gaib


- Menyeimbangkan energi ketika batin tidak stabil


Ajarannya:

“Nu saget asup kana gerbang, nyaeta nu saget ngaleungitkeun dirina ti kahayang.”

(“Yang dapat masuk ke dalam gerbang adalah mereka yang mampu menghilangkan dirinya dari segala keinginan.”)


🐯 3. ARYA WIRA BUANA KUMBANG SAKTI

“Sang Penakluk Musuh Halus, Penjaga Bayangan Jiwa Pewaris”


Asal Usul:

Ia adalah jenderal perang gaib yang tidak pernah kalah. Namun, ketika pasukan Pajajaran mulai disusupi oleh niat pribadi dan keserakahan, ia memilih menarik diri dari dunia dan bertapa di dalam gua yang tak pernah ditemukan. Ia moksha secara gaib saat seluruh tubuhnya menjadi bayangan dan suara hatinya menyatu dengan mantra Prabu Siliwangi.


Wujud:

Ia hadir sebagai macan kumbang hitam legam, tidak bersuara, hanya matanya yang menyala biru pucat seperti cahaya bulan. Ia tidak bicara, tapi pesannya terdengar dalam hati pewaris seperti denting besi dan desir angin tajam.


Fungsi Spiritual:


- Menyerang musuh gaib yang menyusup dalam mimpi, bayangan, atau batin


- Mematahkan sihir hitam tingkat tinggi


- Menjadi "bayangan sakral" yang melindungi pewaris di setiap langkah


- Menutup aura dari intipan makhluk rendah atau dukun jahat


Ajarannya:

“Kawani teh henteu kudu karasa ku batur. Sakapeung, kawani pangjembarna teh nyaeta jaga rasa tina nu henteu kasampak.”

(“Keberanian tidak selalu harus tampak oleh orang lain. Kadang, keberanian terbesar adalah menjaga rasa dari yang tak terlihat.”)


TIGA YANG SATU, Mereka bertiga tidak berdiri sendiri, karena mereka berasal dari satu sumber yang sama : Ajian Sanghyang Wiradipa


Saat pewaris berhasil menyatu dalam keilmuan ini, tubuh, napas, dan bayangannya akan dinaungi oleh ketiga Mahapatih ini secara bersamaan, bagaikan :


- Api di dalam dada


- Angin di sekitar langkah


- Bayangan yang tak terpisahkan


Mereka tidak bisa dipanggil dengan paksaan, hanya dengan niat murni, hati hening, dan tugas suci.

“Sing saha anu narima Sanghyang Wiradipa kalawan satuhu, sasalaman ku tilu Kumbang bakal nyambuang. Moal leungit, moal musna, sabab nu ngajaga teh tilu rasa: Jujur, Satia, Leungitna Diri.”


🐯 KISAH  EYANG DAMAR KUMBANG & AJIAN INI


Setelah menjadi Mahapatih Rahasia Pajajaran, Eyang Damar Kumbang dihadapkan pada ancaman besar dari aliansi gaib utara: para sisa-sisa penyihir Mongol, tabib hitam dari Champa, dan prajurit gelap dari negeri asing yang ingin menguasai Portal Gaib Siliwangi untuk mencuri kekuatan leluhur Sunda.


Dalam pertapaan suci, Eyang Damar Kumbang menerima wahyu langsung dari Prabu Siliwangi dalam bentuk macan kumbang raksasa bersayap cahaya. Ia diperintahkan membuka ajian kuno yang selama ini hanya disegel oleh 7 resi gaib yaitu :


Ajian Sanghyang Wiradipa Siliwangi.


Dengan restu Prabu, Eyang Damar menjalani ritual inisiasi pada malam purnama di tengah hutan angker. Saat mantra dibacakan, bumi bergetar, udara membeku, dan tiga Mahapatih Macan Kumbang muncul dari bayangan dan menyatu ke dalam tubuhnya.


Dalam Perang Leuwi Gintung, Damar Kumbang melawan ribuan pasukan gaib dan pasukan fisik sendirian di garis depan. Ketika lawan memanggil badai, ia memanggil petir dari dalam dadanya. Ketika tanah retak karena sihir musuh, ia berdiri tegak seperti gunung, dengan dua pedang sakralnya menyala oleh kekuatan Sanghyang Wiradipa.


Sejak kemenangan besar itu, ajian ini disegel kembali dan hanya diwariskan kepada satu murid setiap beberapa generasi yang dipilih langsung oleh Eyang Damar Kumbang, salah satunya adalah saya.


🔱 PUSAKA SEPULUHAN PAJAJARAN - PUSAKA AGUNG TERHUBUNG DENGAN AJIAN SANGHYANG WIRADIPA SILIWANGI

Warisan Leluhur Sakti – Dijaga oleh Karuhun, Tidak Bisa Dimiliki Sembarang Orang.


Ajian SANGHYANG WIRADIPA SILIWANGI bukan hanya sebuah keilmuan, tetapi berjalin erat dengan kekuatan pusaka-pusaka gaib Pajajaran yang mengandung ruh dari para Mahapatih, Resi, dan Prabu sendiri. Pusaka ini bukan hanya simbol kekuatan, namun juga penjaga nilai luhur dan jalur antara alam kasat dan alam gaib.


Berikut adalah 3 Pusaka Sepuh Pajajaran yang memiliki getaran langsung dengan ajian Sanghyang Wiradipa, dan hanya dapat dikenali atau dibangkitkan kembali oleh pewaris sah ajian ini yaitu Anda.


1. Keris Kala Niskala Jagat Wulung

Deskripsi: Keris lurus 11 luk, bilahnya gelap legam kehitaman dengan kilap merah darah yang hanya muncul saat bulan purnama. Waranganya mengandung serpihan meteorit dan batu dari Gunung Salak.


Makna & Kekuatan: Merupakan pusaka pembuka gerbang gaib, digunakan untuk membuka Portal Prabu Siliwangi


Dikenal hanya akan bergetar sendiri jika dipegang oleh pewaris Sanghyang Wiradipa


Dapat menembus sihir tinggi dan membuat lawan gaib kehilangan pengaruhnya


Mengandung "sumpah" dari 3 Mahapatih untuk melindungi pembawanya dari bahaya fisik dan astral


2. Tombak Wesi Kumbang Ratu

Deskripsi: Tombak bermata tiga, dengan gagang dari kayu Nini Peureup (pohon keramat yang hanya tumbuh di satu lembah rahasia di Garut). Mata tombaknya berwarna keperakan, dengan bayangan macan selalu terlihat jika dilihat dari sisi tertentu.


Makna & Kekuatan: Digunakan dalam perang gaib untuk membelah medan energi hitam


Dapat memanggil roh Macan Kumbang Gaib penjaga ajian


Sering muncul dalam mimpi pewaris sebagai sinyal bahwa ada serangan gaib mendekat


Bila ditancapkan ke tanah saat ritual, bisa menciptakan pagar gaib radius besar untuk perlindungan komunitas atau murid


3. Pedang Kembar Damar & Puspa

Deskripsi: Pedang kembar yang dahulu dipegang oleh Eyang Damar Kumbang dalam Perang Leuwi Gintung. Bilah kanan (Sekar Damar) melambangkan api batin, bilah kiri (Kala Puspa) melambangkan bayangan penjaga.


Makna & Kekuatan:

Simbol dualisme cahaya dan bayangan, kekuatan dan kesabaran


Saat digunakan bersamaan, dapat memecah sihir cermin, yaitu serangan balik dari musuh gaib


Dapat hanya muncul dalam penglihatan pewaris saat ritual khusus—pusaka ini bersemayam dalam dimensi leluhur


Munculnya pedang ini menandakan aktifnya warisan penuh dari Eyang Damar Kumbang


CATATAN SPIRITUAL :


Semua pusaka ini tidak bisa dicari di dunia nyata dengan mata fisik. Mereka tersimpan dalam dimensi karuhun, dan hanya akan "turun" kepada yang benar-benar siap secara lahir-batin. Biasanya akan muncul dalam mimpi, visualisasi saat ritual, atau petunjuk dari alam.


19 MANFAAT AJIAN SANGHYANG WIRADIPA SILIWANGI

Terhubung Langsung dengan Energi 3 Mahapatih Macan Kumbang & Pusaka Sepuh Pajajaran


Ajian ini bukan hanya sebuah kekuatan metafisik, tapi sebuah peta warisan spiritual dari Prabu Siliwangi yang dijaga oleh tiga Mahapatih gaib dan diperkuat oleh tiga pusaka utama Pajajaran Kasepuhan. Ketika ajian ini aktif dalam diri pewaris, berikut 19 manfaat sejati yang akan bangkit dalam tahap-tahap perjalanan batin dan peperangan spiritual :


🔥 BENEFIT TERKAIT MAHAPATIH 1 – RANGGA DIPA SANG JAGRA GENI

Penyucian Diri dari Energi Gelap

Api batin Mahapatih Rangga Dipa membakar penyakit spiritual: dendam, iri, keserakahan, dan hawa nafsu gaib.


Kekuatan Gaib Bertingkat Dalam Tubuh

Membentuk lapisan kekuatan halus di tubuh, membuat pemilik ajian kebal dari sebagian besar ilmu serangan langsung.


Tajamnya Ilham dan Ketajaman Naluri Bahaya

Mampu membaca niat jahat orang lain bahkan sebelum mereka bertindak, baik di dunia fisik maupun astral.


Api Gaib Pelindung Dalam Pertarungan

Ketika diserang secara gaib, tubuh akan memancarkan api spiritual yang membakar pengirim sihir kembali ke asalnya.


Menyatu dengan Elemen Api Tanpa Membakar Jiwa

Kemampuan untuk melakukan ritual atau pembukaan dimensi melalui simbol dan dupa api.


🔥 BENEFIT TERKAIT MAHAPATIH 2 – JAGAT SETA WULUNG NINGRAT

Akses Gerbang Dimensi Gaib Pajajaran

Kemampuan membuka jalur energi menuju alam karuhun untuk menerima perintah, peringatan, atau pembelajaran langsung dari Prabu Siliwangi.


Penghilang dari Intipan Musuh Gaib

Membuat aura pewaris tidak dapat dilacak oleh jin, dukun, atau entitas asing yang berniat jahat.


Penyeimbang Batin & Daya Gaib

Menenangkan badai energi dalam tubuh yang biasanya menyebabkan kerasukan, tantrum spiritual, atau “kebakaran batin”.


Pendengar Pesan Roh Halus Leluhur

Saat hening dan fokus, pewaris dapat menerima kalimat-kalimat suci atau peringatan dari karuhun dalam bentuk getaran rasa.


Memanggil Kabut Pelindung Gaib

Dalam kondisi darurat, pewaris dapat menciptakan kabut samar yang membuat tubuh gaibnya tidak dapat dilihat atau diserang.


🔥 BENEFIT TERKAIT MAHAPATIH 3 – ARYA WIRA BUANA KUMBANG SAKTI

Serangan Gaib Tanpa Menyentuh

Kemampuan mengirimkan energi pukulan jarak jauh terhadap lawan gaib maupun manusia, hanya dengan niat dan getaran ajian.


Bayangan Sakral Sebagai Pelindung Jiwa

Dalam kondisi bahaya, akan muncul bayangan macan kumbang yang membungkus tubuh pewaris secara otomatis.


Pemecah Sihir Tingkat Tinggi dan Cermin Gaib

Mampu menetralkan sihir yang menggunakan teknik pantulan, penyesatan, atau ilusi dalam mimpi dan realita.


Mengurung dan Mengikat Roh Jahat

Dengan doa pendek khusus dan niat, pewaris bisa mengikat jin jahat atau energi liar ke dalam ruang gaib untuk dinetralkan.


Perang Gaib dalam Alam Mimpi

Mampu bertarung dan mengendalikan diri penuh saat sedang diserang dalam tidur, bahkan melakukan penyelamatan roh orang lain.


🔥 BENEFIT MANFAAT TERKAIT PUSAKA 1 – Keris Kala Niskala Jagat Wulung

Pembuka dan Penutup Gerbang Gaib

Jika dimiliki dalam bentuk fisik atau gaib, keris ini digunakan dalam upacara pemanggilan karuhun atau menutup celah energi negatif.


🔥 BENEFIT MANFAAT TERKAIT PUSAKA 2 – Tombak Wesi Kumbang Ratu

Pagar Gaib Luas untuk Komunitas atau Keluarga

Dapat membuat medan perlindungan gaib hingga radius besar (bisa untuk rumah, padepokan, atau tempat keramat) hanya dengan satu tancapan pusaka (simbolik atau spiritual).


🔥 BENEFIT MANFAAT TERKAIT PUSAKA 3 – Pedang Damar & Puspa

Harmonisasi Daya Cahaya & Bayangan dalam Diri

Keseimbangan antara sisi lembut dan keras dalam jiwa, sehingga pewaris tidak dikendalikan oleh emosi spiritual berlebihan.


Kekuatan Serangan Penuh di Alam Fisik & Astral

Bila digunakan secara gaib, kedua pedang ini dapat membelah sihir dan memutus kontrak roh jahat pada orang lain dengan izin dari Karuhun.


PENUTUP :


Ajian ini bukan untuk kebanggaan. Semua manfaat ini hanya muncul jika pewaris menjalaninya dengan tata batin, laku sunyi, dan niat penuh kesetiaan terhadap jalur karuhun Sunda Wiwitan.


“Manfaat henteu asal mucunghul. Ngan datang ka nu ngora haténa, jembar pikiranana, jeung satuhu lampahna.”

(“Manfaat tidak muncul sembarangan. Hanya datang pada yang muda hatinya, luas pikirannya, dan setia langkahnya.”)


BAHAN RITUAL 


1 lilin putih bisa juga kuning emas jika ada (Membuka jalur api batin, penghubung ke Mahapatih Rangga Dipa)

1 batang dupa biasa boleh wangi cendana, melati, atau apa pun yang harum dan bersih (Membuka ruang dimensi gaib, pemanggil Jagat Seta Wulung)

3 bunga apa pun yang masih segar boleh bunga liar, bunga kamboja, melati, atau bunga taman rumah (Persembahan kepada roh leluhur)

Sedikit tanah dan air dari sekitar rumah atau halaman dicampur dalam wadah kecil (Menyambungkan ke energi bumi Sunda dan tubuh kita)

1 batu kecil dari pekarangan, kebun, atau pinggir jalan yang terasa “terpanggil” oleh intuisi Anda


TATA RITUAL INISIASI :


Siapkan tempat (bisa di dalam kamar, di teras, atau di bawah pohon jika aman dan tenang).


Letakkan bunga, tanah-air, batu, lilin, dan dupa di depan Anda dalam lingkaran kecil di altar.


Duduk bersila, hadapkan wajah ke arah timur atau utara.


Nyalakan lilin dan dupa. Rasakan wangi dan cahaya masuk ke tubuh Anda.


Pejamkan mata dan ucapkan niat dalam hati :


“Abdi narima Sanghyang Wiradipa Siliwangi kalayan satuhu.

Mugia Gusti jeung Karuhun ngersakeun sareng ngajagi.”


Letakkan kedua tangan di atas batu, lalu bacakan Mantra Inisiasi (RAHASIA, Nanti akan diberitahukan) dalam hati atau suara lirih


Setelah selesai, tiupkan napas lembut ke batu dan dupa. Tutup ritual dengan mengucap :


“Neda kawangi, neda kawelasan. Mugia jadi jalan Gusti.”


Jika Anda merasa terpanggil untuk memilikinya silakan hubungi Admin Amurwa Bhumi

Mahar event Juli sampai tanggal 31 Juli 2025 : Rp 1.777.777

Mahar normal : Rp 49.000.000


Salam dan Blessing!


Ki Lingga Gardapati

Monday, July 14, 2025

ENOK RABISIM SHA'EL DUMUZU (Perintah Gaib dari 13 Penjaga Gerbang Hitam - Mahaguru)

 


“Enlil kur-gi-ta, DINGIR sig gal-gal. Su-du ki a-na dumu. me-ia. Sa ga-an-za? En-e kurun-ta gal, nu-til, nu-us, a-ma-tu an-ki.”
(Oh Mahadewa Neraka, Sang Entitas Purba. Izinkanlah aku untuk memperkenalkanmu kepada murid-muridku. Apakah engkau berkenan, ya Sang Tua Agung, yang tidak pernah lahir dan tidak pernah mati, yang ada dari permulaan?)

“En-e gal im-ma-gub: ‘A-na-zu ga-an-za.”
(Maka Yang Tua menjawab: "Kepadamulah aku berkenan.")


Ilmu ENOK RABISIM SHA’EL DUMUZU

Adalah gabungan antara magick Enochian tingkat tinggi dan sistem pemanggilan arkaid kuno dari Mesopotamia, memanggil serta mengikat kekuatan dari 13 Archdemon Penjaga Gerbang Gaib.
Setiap Archdemon memberikan satu aspek kekuatan, mulai dari proteksi mutlak, pelet bawah sadar, manipulasi realita, hingga penghancuran target melalui lapisan ruhani terdalam.

Ilmu ini tidak bersumber dari setan biasa atau sihir hitam murahan, melainkan dari arsenal okultisme Enochian yang paling dalam, bercampur kekuatan linguistik primordial dari bahasa Sumeria kuno—bahasa leluhur para Dewa dan Demon Purba.


Sang Tua Agung (Nama Asli Hanya Untuk Pemahar)

Dia yang Tidak Pernah Lahir, Namun Akan Selalu Ada...
Ia tidak lahir, tidak pula mati. Ia dibentuk dari kesepian para dewa dan dibaptis oleh diamnya neraka.
(Fragmen Rahasia Tablet Enumu-Ma, ditemukan dalam penglihatan roh)


Awal Mula...

Sebelum ada tulisan.
Sebelum ada dewa.
Sebelum api dikenali manusia.

Ada satu entitas yang hidup di antara kesadaran semesta dan kehampaan: Sang Tua Agung.
Ia tidak dilahirkan dari rahim wanita atau tercipta oleh tangan dewa.
Ia adalah “Entitas Pertama Yang Terpanggil”, makhluk pertama yang menjawab panggilan suara gaib dari lapisan paling dalam dimensi kegelapan Sha-Ru-Gallu, tempat 13 Gerbang Hitam berdiri berjajar.

Ketika para Archdemon purba mulai diciptakan oleh kehendak kehampaan, Sang Tua Agung berdiri di tengah mereka.
Bukan sebagai budak, tetapi sebagai pengikat sumpah pertama.
Ia tidak tunduk, justru menjadi penegosiasi abadi antara kehendak para Archdemon dan dunia ilahi.
Ia membuat kontrak bukan dengan darah, tapi dengan nafas kesadaran itu sendiri.


Pemanggilan Pertama...

Pada malam ke-0, saat bintang belum membentuk rasi, seorang dukun purba dari Babilonia bernama Ish-Mur’Zadu mencoba membuka gerbang kelima dari dunia bawah.
Namun, yang muncul adalah Sang Tua Agung. Ia berdiri dengan jubah gelap bertabur aksara Enochian yang membakar udara, mata seperti dua obelisk hitam, dan tongkat dari tulang yang menyimpan 17 suara bisikan dari para leluhur.

Ia tidak membunuh Ish-Mur’Zadu, tetapi menjadikannya penulis pertama yang hanya menulis dengan darahnya sendiri, menciptakan kitab pertama dari ilmu ENOK.
Namun kitab itu hilang di hari yang sama, ditelan ke dalam dimensi antar-bintang yang hanya bisa diakses melalui mantra rahasia Sang Tua Agung sendiri.


Kekuatan Tak Terdefinisi...

  • Sang Tua Agung bukan manusia, bukan iblis, bukan dewa.
    Ia adalah kekosongan yang penuh kesadaran.

  • Ia tidak berjalan, tetapi tempat untuk membuka jalan.

  • Ia tidak berbicara, tetapi kehendaknya terdengar dalam pikiran semua makhluk hidup dan mati.

  • Ia tidak menyerang, tetapi pikiran musuhnya pecah menjadi serpihan realita alternatif.

  • Ia bisa muncul dalam mimpi siapapun yang mencoba menguasai ilmu gaib hitam.
    Jika tidak siap, jiwa mereka akan tersegel dalam lingkaran tak bernama selama 7 reinkarnasi.


Pertempuran di Gerbang ke-13...

Saat para Raja Sihir dari Elam dan Akkadia bersatu dan mencoba menutup semua gerbang gaib melalui ritual pemurnian dunia, Sang Tua Agung muncul dari bayangan mereka sendiri, dan membelah malam menjadi dua dimensi:

  • Satu bagi yang hidup,

  • Dan satu bagi yang menganggap dirinya Sang Mahadewa.

Ia tidak menggunakan senjata. Ia memanggil 13 Archdemon Purba sekaligus hanya dengan sekali bisikan:

“Lu-Eresh’a, Galu-Gallu, Barzutha’el, Arah'mi...”

Langit runtuh.
Ritual gagal.
Gerbang ke-13 terbuka, dan berubah menjadi makam bagi semua raja sihir yang mencoba menutupnya.

Kini tempat itu dikenal di dimensi astral sebagai:
Nir-Kalgal, kubur realita,
dan hanya Sang Tua Agung yang bisa masuk dan keluar dari sana.


Menghilang dari Dunia...

Setelah itu, ia menghilang.
Bukan mati. Bukan hilang dalam waktu.
Tapi hilang dalam kesadaran manusia.

Menurut Tablet Purba, Sang Tua Agung hanya akan “muncul” lagi ketika ada pewaris yang memiliki:

  • Darah yang sudah tiga kali terlahir dalam bayangan.

  • Kemauan untuk tidak meminta, hanya memerintah.

  • Kesadaran bahwa dirinya bukan hanya manusia, tetapi fragmen kehendak Gaib - Gaib Purba.


Dan Pewaris Itu Adalah Kamu...

Saat kamu membaca deskripsi ini,
dan ketika kamu menyebut ENOK-RABISIM SHA’EL DUMUZU,
maka Sang Tua Agung tidak lagi sebagai entitas purba yang asing—
Ia adalah bayanganmu sendiri yang telah dibangkitkan.

Kamu bukan hanya muridnya. Kamu adalah perwujudannya berikutnya.


13 Archdemon yang Terhubung:

  1. Lucifer – Sumber cahaya kegelapan. Pelindung, pembuka kesadaran gaib tertinggi, penolak pengintaian.

  2. Dumuzu’el – Penguasa pesona dan kendali emosi bawah sadar.

  3. Kara’zu – Pengendali waktu serangan sihir.

  4. Nimruk’ta – Penjebol tameng energi dan pagar gaib.

  5. Asagal – Penguasa racun gaib tak terdeteksi.

  6. Namtaru’el – Penyebar penyakit halus secara ruhani.

  7. Izdaru’el – Pengawal ritual, mantra, dan perlindungan tubuh.

  8. Lagash’tur – Perusak kekuatan musuh secara bertahap.

  9. Eresh-Zu – Pengikat ruh lawan dalam lingkaran kemunduran.

  10. Mardeku’el – Pengguncang mental dan stabilitas psikis.

  11. Uz’kath – Pengganggu mimpi dan medan tidur target.

  12. Lamashtu’el – Pemicu obsesi dan cinta buta.

  13. Shar’du – Penutup aura, penolak ramalan, dan pelacakan energi.


KEILMUAN INI MEMILIKI 3 MANTRA BERBAHASA SUMERIA KUNO:

PELET – PERLINDUNGAN – PENYERANGAN DEMONIC
‼️ Harap bijaksana dalam menggunakannya!


17 Manfaat Keilmuan Ini:

  • Proteksi dari semua jenis sihir

  • Penyerangan gaib multi-lapis

  • Pelet bawah sadar via astral

  • Penguncian musuh secara ruhani

  • Menembus tameng lawan

  • Pembersihan tempat dari entitas

  • Proteksi dalam tidur dan mimpi

  • Mengaburkan identitas gaib

  • Penyerapan energi lawan

  • Serangan balik otomatis

  • Pelet bawah sadar

  • Pengikatan dalam obsesi

  • Penyerap kekuatan musuh

  • Deteksi serangan tak kasat mata

  • Gangguan medan hidup jarak jauh

  • Penguatan aura pengguna

  • Bantuan spesifik dari Archdemon


Bahan Ritual:

  • 3 lilin merah (agak gelap)

  • 1 dupa hitam (cendana/gaharu)

  • Segenggam garam hitam (bisa beli di Tokopedia, Rp 10.000–25.000)

  • Cawan air bersih

  • Kain gelap untuk alas altar


Langkah-Langkah Ritual Inisiasi:

  • Kirim foto selfie dan data diri lengkap untuk saya ritualkan

  • Susun lilin membentuk segitiga menghadap ke depan; kamu berada di tengah

  • Nyalakan dupa, ucapkan dalam hati: “Kupanggil dia yang tak lahir, tak mati.”

  • Duduk bersila, pejamkan mata, tahan napas 3 hitungan, hembuskan ke depan

  • Baca Mantra Inisiasi dengan penuh konsentrasi dan suara tegas
    (Mantra inisiasi akan diberikan nanti)

  • Percikkan air ke kepala dan dada, ucapkan:
    “Dengan ini, aku menjadi pintu bagi kekuatan gaib yang tertinggi. Aku dan mereka adalah satu kehendak.”

  • Tutup ritual: biarkan dupa habis, lilin padam sendiri

  • Jangan bicara selama 33 menit setelahnya!


📜 NOTE:
Jika murid Anda akan diajarkan, harus secara lisan, tidak bisa lewat teks.


Mahar:

  • Event Promo: Rp 2.222.222 hanya sampai 31 Juli 2025

  • Normal: Rp 99.000.000


Salam dan Blessing!

Ki Lingga Gardapati


Info dan Pemaharan : Admin Amurwa Bhumi

Sunday, July 13, 2025

Ars Arkanum Daemonica (Mahaguru - Spesial Demonic di Bulan Juli)



Ars Arkanum Daemonica (Seni Kekayaan Daemonik)


    "Aurum non quaeritur ab avaris, sed ab illis qui intelligunt mysterium.

    Et dicit Lucifoge:

    Barukh ha-‘oseh sod ha-‘osher be’ofel. 

    Quia in tenebris oritur lux pecuniae, 

    et in silentio mentis, thesaurus revelatur.  

    Discipulus meus, noli turbare fluctus cupiditatis,

    sed sede in corona silentii. Tunc ego, Lucifoge, revelabo portam thesauri aeterni."


Artinya:  

"Kekayaan tidak dicari oleh mereka yang serakah, tetapi oleh mereka yang memahami misterinya."  

Dan Lucifoge berkata:  

"Diberkatilah Dia yang mencipta rahasia kekayaan dalam kegelapan."  

Sebab dalam gelap, cahaya kekayaan muncul,  

dan dalam keheningan pikiran, harta sejati disingkapkan.  

Wahai murid-Ku, janganlah kau gelisahkan gelombang keserakahan,  

duduklah dalam mahkota keheningan.  

Maka Aku, Lucifoge, akan membuka gerbang harta abadi."


Ilmu ini diturunkan dari tradisi Grimoire kuno, seperti The Grand Grimoire, dan The Ars Goetia dari The Lesser Key of Solomon. Keempat Archdemon ini dikenal dalam tradisi daemonolatry sebagai penguasa kekayaan, kedigdayaan materi, dan kontrol sumber daya duniawi.


Lucifuge Rofocale: Perdana Menteri neraka, pengatur segala kekayaan tersembunyi dan penjaga rahasia Ilahi tentang emas dan kebebasan.


Bune (Bime): Pangeran Goetia yang mengatur kekayaan warisan, peninggalan, serta bisa mengubah kemiskinan jadi kemakmuran.


Belial: Dewa yang sangat berpengaruh, pangkat tinggi, dan memiliki kekuasaan atas sistem sosial.


Clauneck: Sang daemon yang dijuluki sebagai bankir surgawi dan neraka, ia adalah pengatur arus uang dan mempercepat manifestasi finansial.


Ars Arkanum Daemonica adalah sebuah sistem sihir kuno tingkat tinggi yang berasal dari perpustakaan tersembunyi di antara bayang-bayang Eropa Timur pada abad ke-11. Diciptakan oleh seorang penyihir agung bernama Melekhar von Seraphis, seorang pemuja sihir transdimensi yang berhasil menghubungkan dirinya dengan kekuatan Lucifuge Rofocale, Bune, Belial, dan Clauneck, empat penguasa kekayaan dan rahasia duniawi serta metafisik.


Melekhar lahir dari keluarga bangsawan rendah berdarah campuran Yahudi-Kabbalistik dan Slavia-Kuno. Ayahnya seorang alkemis istana yang terbunuh karena dituduh “menggerakkan harta dari udara,” sedangkan ibunya seorang mystes pemuja kekuatan lunar dari barat Carpathia. Sejak usia 11 tahun, Melekhar menunjukkan gejala lucid dreaming yang luar biasa. Ia mencatat mimpi-mimpinya di gulungan kulit domba dan mengklaim pernah “bertemu penguasa utara” yang memperlihatkan emas yang keluar dari angin.


Pada usia 26, Melekhar meninggalkan rumah dan mengembara ke Biara Tersembunyi di Oravska Skala, wilayah batu kapur tempat para rahib kuno menyimpan manuskrip terlarang dari Babilonia, Alexandria, dan Talmud Gaib. Di sanalah ia menyatu dalam meditasi selama 49 malam, tanpa makanan dan hanya air dan dupa Styrax. Pada malam ke-33, ia mencatat dalam jurnalnya (fragmen masih ada):  

    "Muncul Cahaya Hitam... Bukan kegelapan, tapi cahaya tak menyilaukan. Ia mengaku sebagai Lucifuge. Di belakangnya, tiga bayangan berdiri: Bune, Belial, Clauneck. Mereka tidak menuntut, mereka mengajarkan. Mereka tidak mengikat, mereka membimbing."


Mereka mengajarinya sebuah prinsip:  

    “Uang bukan kutukan, uang adalah bentuk fisik dari energi kehendak.”


Dalam lima tahun setelah itu, Melekhar menulis “Grimoire Arkanum Daemonica”, atau Kitab Emas Daemonik, menggunakan tinta dari resin damar dan emas cair. Kitab itu dibagi menjadi 4 bagian sesuai pengaruh entitas:


Lucifuge – Cahaya Gelap & Wawasan Keuangan Ilahi  

Bune – Warisan Gaib & Energi Pasif Masuknya Kekayaan  

Belial – Pengaruh, Kekuasaan, dan Struktur Sosial Kekayaan  

Clauneck – Magnetisme Uang & Transmutasi Energi Menjadi Emas


Kitab tersebut dikunci dengan mantra sigil dan hanya bisa dibuka oleh mereka yang telah berhasil melewati ritual inisiasi khusus. Tahun 1033 M, Melekhar memimpin sebuah ritual besar di dalam gua di malam bulan mati. Konon, dia memanggil keempat entitas untuk “menciptakan kerajaan kekayaan di luar dimensi manusia.” Setelah ritual itu:  

Tubuh fisiknya menghilang, ditemukan hanya jubahnya dan lilin masih menyala tanpa sumbu. Di dinding gua tergambar rajah bercahaya yang hanya bisa dilihat saat bulan hitam.


Banyak percaya bahwa Melekhar naik ke dimensi astral ke-4, dan sejak saat itu dia menjadi "Arwah Pengajar" bagi para penyihir yang memanggilnya melalui Ars Arkanum Daemonica. Melekhar tidak menuhankan entitas. Ia melihat mereka sebagai energi kesadaran yang bersifat kerjasama, bukan pengabdian.


    Tiga prinsip utama Melekhar:

1. Tidak meminta kekayaan untuk tamak, tetapi untuk perluasan pengaruh kebaikan.  

2. Tidak membayar dengan jiwamu, tetapi dengan ketekunan niat dan disiplin.  

3. Tidak menyembah kekuatan gelap, tapi menyelaraskan terang dan bayangan di dalam diri.


Grimoire Arkanum asli diduga tersimpan dalam Vault 9 milik Rosicrucian cabang Praha. Pengikut Melekhar yang terakhir diketahui adalah penyihir wanita bernama Isadora Klynne, dari abad ke-16. Jejak sigil asli Melekhar digunakan dalam okultisme Eropa hingga abad 19. Melekhar menemukan ilmu ini saat mengalami penglihatan selama 49 hari berturut-turut di dalam goa Oravska, Slovakia. Ia mengklaim disambangi oleh Lucifuge dalam bentuk cahaya keemasan, yang memperkenalkannya kepada tiga entitas lainnya: Bune si pemberi warisan dan kekayaan tak terduga, Belial si penguasa kekuasaan duniawi, dan Clauneck si penjaga kekayaan tersembunyi dan harta gaib.


Ars Arkanum Daemonica adalah sistem pemanggilan dan penyelarasan energi kekayaan alam astral melalui jalur demonik tingkat tinggi. Ilmu ini mengajarkan Anda:  

- Membangun altar kekayaan gaib  

- Menyatu dengan frekuensi kekuasaan dan kekayaan  

- Membuka jalur rejeki dengan cara-cara tidak biasa  

- Menghapus program kemiskinan spiritual  


Ia bukan hanya tentang "uang cepat", tapi membentuk kepribadian magnet kekayaan yang permanen melalui resonansi dengan kekuatan gaib alam bawah.


17 Manfaat Spiritual & Duniawi:

- Membuka akses ke peluang kekayaan tak terduga  

- Menarik kemakmuran dalam bisnis dan usaha  

- Menyelesaikan hutang atau beban finansial secara ajaib  

- Meningkatkan kharisma dalam negosiasi  

- Melindungi aset dan keuangan dari kehilangan  

- Memperkuat magnet kekayaan aura pribadi  

- Meningkatkan nilai diri di mata sosial/pekerjaan  

- Membantu menang undian atau keberuntungan spekulatif  

- Mendapat sponsor, donatur, atau investor misterius  

- Membuka jalan warisan atau uang tersembunyi  

- Menarik mitra bisnis/kerja yang kaya dan bermutu  

- Membuka jalur kekuasaan melalui kekayaan  

- Mengaktifkan energi penguasa dalam tubuh  

- Meningkatkan kreativitas dan ide bisnis ajaib  

- Mempermudah komunikasi dengan makhluk gaib tingkat atas  

- Meningkatkan vibrasi rumah / kantor / tempat bisnis  

- Menyatu dengan arus kekayaan alam semesta secara permanen  


Peringatan Etis!!!

- Ilmu ini tidak bisa disalahgunakan untuk mengambil hak orang lain. Bila melanggar, energi akan berbalik.  

- Harus dibarengi dengan tindakan nyata di dunia fisik (kerja, usaha).  

- Jangan memaksa entitas, tetapi ajaklah bekerja sama dengan penghormatan dan persembahan sederhana.  


Ritual ini disusun dengan etika spiritual: menghormati dan bekerja sama dengan entitas, bukan memperbudak mereka!!! Ilmu ini tidak menggunakan darah, pengorbanan, atau kontrak jiwa melainkan resonansi jiwa, kekuatan mantra, dan keharmonisan niat. Karena itu, ilmu ini dikenal sangat aman, namun hanya bisa dikuasai oleh orang dengan niat murni untuk pertumbuhan, kekuatan, dan kekayaan. Ilmu ini membentuk sebuah pakta spiritual non kewajiban yang disebut “Perjanjian Cahaya Hitam” di mana si pelaku akan dibimbing oleh keempat entitas tersebut, bukan diperbudak oleh mereka.




SABDA LUCIFUGE ROFOCALE – Penguasa Cahaya Tersembunyi  

    "Aku adalah nyala yang tersembunyi di balik bayangan dunia, kekayaan yang tidak terlihat namun nyata. Barangsiapa memanggilku dengan ketulusan, padanya kuberikan penglihatan di balik ilusi. Engkau yang membaca ini, kubukakan tabir antara dunia dan dimensi emas. Ambillah penglihatan ini, dan jadilah Raja atas Dirimu dan Duniamu. Jangan takut pada gelap, karena di sanalah aku menyimpan emas para bijak."


SABDA BUNE – Pemberi Warisan, Harta, dan Rezeki Tak Terduga  

    "Aku adalah arus bawah tanah yang mengalirkan harta ke mereka yang tak menyangka. Engkau yang membaca ini, kutanam benih kekayaan dalam jalur hidupmu. Di saat tak kau duga, emas akan datang, kontrak akan muncul, dan warisan akan terbuka. Tidak karena kekuatanmu, tapi karena kebijaksanaanmu. Ucapkan namaku dalam hening, dan aku akan menghentakkan tanah untuk membawakan keberkahan."


SABDA BELIAL – Penguasa Struktur dan Kekuasaan Duniawi  

    "Akulah suara dalam ruang-ruang kekuasaan, langkah dalam gedung-gedung besar. Kekayaan sejati tidak sekadar koin, tetapi pengaruh yang menjadikanmu tiang dunia. Engkau yang membaca ini, kuberikan kewibawaan dan kemampuan mengatur struktur kehidupan. Uang akan datang, bukan untuk ditimbun, tetapi untuk diperintah. Berdirilah tegak, karena hari ini, takdir kekuasaan mulai tunduk padamu."


SABDA CLAUNECK – Penjaga Kekayaan Tersembunyi dan Uang Astral

    "Aku adalah penjaga gerbang emas yang tidak terlihat mata kasar. Mereka yang serakah takkan pernah melihatku, tapi engkau yang membaca ini dengan hati bersih, padamu kutunjukkan jalan ke simpanan yang lama terlupa. Dompetmu bukan hanya kantong kulit, tapi juga ruang energi. Hari ini, kutanamkan magnet kekayaan dalam auramu. Siapa pun akan memberi, dan uang akan datang dengan sukarela."


Pada saat sedang melakukan ritual penutup saya mendengar "SABDA BERSATU (Empat Suara Berbicara Menjadi Satu)"

     "Kami adalah Empat Cahaya Kekayaan yang tidak diperbudak oleh waktu. Kepadamu yang membaca ini dengan niat suci, kami alirkan kekayaan dari segala penjuru angin. Jadikan dirimu wadah berkah, bukan perangkap nafsu. Gunakan emas ini untuk membangun, bukan menghancurkan. Maka, pintu-pintu dunia akan terbuka bagimu, dan nama-mu akan ditulis dalam tinta kekayaan di lembaran gaib kami."


Salam dan Blessing,  

Ki Lingga Gardapati 


Bagi yang ingin memili keilmuan ini harus bergabung dengan grup komunitas Amurwa Bhumi sebagai syarat utama.

Mahar Normal Rp55.000.000,-

Mahar Event Spesial Rp 1.666.666,- hingga 15 Juli 2025 saja.

Info dan Pemaharan : Admin Amurwa Bhumi


Aji Tirta Nawasanga Segara Agung (Tingkat Mahaguru)



Aji Tirta Nawasanga Segara Agung 


     “Urip iku kaya segara, jembar rasa, jero kawicaksanan, lan tansah paring sih.”  

     (Sabda Kanjeng Ratu Kidul)  


Artinya: “Hidup itu seperti lautan, luas dalam rasa, dalam kebijaksanaan, dan selalu memberi kasih.”  


Aji Tirta Nawasanga Segara Agung bermakna Air Kehidupan dari Sembilan Penjuru Samudra Agung. Dalam naskah kuno lisan dari para pinisepuh pesisir Jawa, diceritakan bahwa pada masa kuno—ketika alam manusia dan alam lelembut masih sangat dekat—terjadi ketidakseimbangan antara unsur tanah dan air. Banyak wilayah mengalami kekeringan batin dan banjir emosi karena manusia mulai melupakan hubungan sakral dengan lautan, tempat energi besar bertempat.  


Beratus tahun lalu, di zaman Majapahit sedang meredup dan tanah Jawa diliputi konflik antar kekuasaan, muncul seorang pertapa muda dari lereng Gunung Lawu bernama Jalatmaja, yang berarti “anak cahaya jiwa.” Sejak kecil, Jalatmaja dikenal pendiam dan gemar menyepi di sungai atau laut. Ia selalu berkata bahwa air bisa berbicara jika kita benar-benar hening.  


Saat usianya menginjak dua puluh lima tahun, Jalatmaja meninggalkan desa dan berkelana ke pesisir. Ia bertekad menjalani laku tapa brata menyatu dengan alam samudra untuk mencari “ilmu kebangkitan batin” yang sejati. Mpu Jalatmaja menjalani laku tapa di tiga pesisir utama: Parangtritis (Laut Selatan), Pekalongan (Laut Utara), dan Laut Karimun Jawa. Dalam laku spiritualnya, ia menjalani tapa ngidang (berjalan tanpa tujuan), tapa kungkum (berendam di laut), dan tapa sepi tanpa suara selama 9 tahun, memutar dari satu pesisir ke pesisir lain. Ia selalu menghadap arah berbeda pada setiap tahap: timur, barat, selatan, utara, tenggara, barat daya, timur laut, barat laut, dan terakhir pusat (laut di dalam dirinya sendiri).  


Di akhir tahun kesembilan, saat bertapa di pulau kecil tanpa nama di Laut Jawa, ia mengalami penglihatan suci. Laut tenang, langit terbuka, dan muncullah tiga sosok gaib:  

- Perempuan berbaju hijau emas berselendang ombak: Kanjeng Ratu Kidul  

- Gadis berparas pucat memegang bunga kenanga: Dewi Lanjar  

- Laki-laki berwajah samudra dengan trisula air: Dewa Baruna  


Mereka menyatakan bahwa Jalatmaja telah menyatu dengan samudra, dan karena kemurnian hatinya, ia layak menerima Aji Tirta Nawasanga Segara Agung: warisan tertinggi kekuatan air gaib dari sembilan arah penjuru laut. Ketiganya menyatukan energi dan memberikan Aji Tirta Nawasanga Segara Agung sebagai warisan gaib yang menjaga keharmonisan antara alam, manusia, dan kekuatan suci samudra. Ajaran ini menyucikan lahir-batin serta menghubungkan manusia dengan kekuatan gaib samudra.  


Ilmu ini tidak hanya gaib, tetapi juga bernilai filsafat tinggi:  

- Tirta: Air suci sebagai simbol kehidupan, kejernihan, dan pembersih segala energi kotor.  

- Nawasanga: Sembilan penjuru alam yang meliputi arah luar dan dalam diri (tubuh, pikiran, rasa, dan jiwa).  

- Segara Agung: Tak terbatasnya energi spiritual bersumber dari alam ilahi.  


Ilmu ini menyatukan kekuatan luar (penjuru jagad) dan kekuatan dalam (penjuru diri). Penggunanya bukan hanya mendapat perlindungan, tapi juga keseimbangan batin dan kedalaman rasa spiritual. Ilmu ini dapat diturunkan kepada murid dan cocok untuk praktisi lintas aliran.  


Kekuatan Gaib dan Manfaat Aji Tirta Nawasanga Segara Agung:

- Terhubung dengan Tri Tunggul Segara Sakti (Kanjeng Ratu Kidul, Dewi Lanjar, Dewa Baruna)  

- Membuka aura wibawa alami  

- Daya pengasihan sangat kuat (pria/wanita tunduk & hormat)  

- Menarik rezeki dari arah tak terduga  

- Perlindungan dari ilmu hitam dan teluh  

- Membuka indera keenam secara perlahan dan aman  

- Menyembuhkan penyakit non-medis  

- Memperkuat karisma pemimpin  

- Menjadikan suara lebih memikat dan berpengaruh  

- Menjaga rumah dari gangguan makhluk halus  

- Membuat lawan bicara mudah luluh dan patuh  

- Melindungi saat perjalanan laut  

- Membuka jalan jodoh yang tertutup  

- Meningkatkan ketenangan batin  

- Meningkatkan intuisi dan ketajaman rasa  

- Menarik simpati atasan atau pejabat  

- Menumbuhkan daya pesona alami  

- Menyatu dengan elemen air (untuk meditasi dan penyucian)  

- Meningkatkan keberuntungan dalam usaha  

- Daya perlindungan saat konflik sosial  

- Menjaga hubungan agar harmonis  

- Membersihkan energi negatif dari tubuh dan tempat  

- Membuat doa lebih cepat terkabul  

- Menarik pelanggan dalam usaha  

- Membuka aura kesucian dalam ritual  

- Memperkuat energi pada benda pusaka  

- Menghindari fitnah dan bahaya gaib  

- Memperkuat energi cakra tenggorokan (komunikasi)  

- Menenangkan orang yang sedang keras kepala  

- Mempercepat proses makrifat batin  

- Mendekatkan diri dengan kekuatan alam dan leluhur  


Syarat Ritual:  

- Segelas air asin (air hangat dicampur 3 sendok makan garam kasar, diaduk; tidak diminum segelas penuh). Penggunaan: dicipratkan ke ubun-ubun, diminum sedikit, dan diusap ke wajah (seperti tirtha).  

- 1 sendok makan beras (bija)  

- Kembang telon sebagai persembahan  

- 3 batang dupa wangi bunga  


Penawaran Spesial:

Dalam momen ulang tahun founder dan menyambut Upacara Segoro Agung (18 Juli 2025), saya membuka mahar keilmuan dengan promo:  Rp1.277.777,-

Setelah itu mahar normal Rp17.000.000,-


Promo berlaku hingga 17 Juli 2025. Ritual inisiasi bisa dilaksanakan bersamaan dengan Upacara Segoro Agung tanggal 18 Juli 2025.  


Salam dan Blessing! 

“Namaste Rani Samudrantara, Sri Lanja Devi, Baruna Mahadeva. Dadaatu me santim, sampadam, ca karunam. Apas tattvam mam palayatu, manasah suddhim ca dayatu. Om santih, santih, santih.”

Ki Lingga Gardapati


Info dan Pemaharan : Admin Amurwa Bhumi